Archive for Juli 2014

PILPRES 2014

Sabtu, 12 Juli 2014 · Posted in ,

Wasaaap!

Edan.Rindu menulis diblog ini. Nyari mood untuk menulis memang susah, mungkin karena ini bulan Ramadhan, mood jadi bagus buat nulis. Tsaah!

Langsung bro tak perlu basa-basi gue mau bahas pilpres yang baru aja diselenggarain 3 hari lalu. Gue awalnya mencoba untuk netral dalam pilpres kali ini, netral disini gue jadiin alesan ketika ditanya sama orang-orang gue bakal pilih siapa. "Lo milih siapa nih?" Ah. gue mah netral cukup gue yang tahu siapa yang bakal gue pilih" jawab gue. Lalu pada akhirnya gue pun mempublikasikan ke orang-orang gue bakal pilih siapa. Alesannya ada beberapa hal. Pertama adalah ketika debat Capres pertama, setelah debat selesai, gue langsung membuka feeds BBM untuk melihat update status dari temen-temen, ada seorang temen yang nulis status : "Wihh, keren nih prabowo". Gue nyengir ketika membaca status temen gue tersebut (sebut saja nama temen gue ini Si Joni) Dalem hati gue cuma bilang "oh, si joni dukung prabowo toh". Gue gak memberikan komentar apapun terhadap pilihan Si Joni tersebut, karena gue menjunjung demokrasi itu hak dia untuk memilih, mungkin saja Si Joni menganggap Prabowo memang sosok yang ideal buat memimpin Indonesia. Walaupun pastinya Si Joni ini tidak mencari tahu track record Prabowo terlebih dahulu. Nah yang lucunya Si joni ini buat status lagi, statusnya gini "Ah, siapapun capresnya terserah deh, yang penting bisa ngatur PSSI biar sepakbola Indonesia bener". Kurang lebih seperti itu statusnya. Kali ini gue gatel buat komentar, karena dia gak tahu bahwa Mantan Ketua PSSI Nurdin Halid adalah salah satu tim sukses pasangan Prabowo-Hatta. Gue langsung chat dia, begini kurang lebih isi chat tersebut :

Gue : Nurdin Halid ada dibelakang Prabowo Hatta, bro!
Si Joni : Serius lo?
Gue : Iya. Kalo gak percaya googling aja, dia kan kader golkar juga.
Si Joni : Wah. Gak jadi deh gue pilih prabowo. Tapi masa iya sih, jokowi yang jadi presiden, masa punya presiden klemar-klemer gitu.
Gue : Klemar-klemer kan cuma fisik aja, bro. Lo liat juga tuh orang-orang yang ada dibelakang prabowo, banyak politisi yang terkena kasus. Ical, Suryadharma Ali, Nurdin Halid dan masih banyak yang lain. Mau lo kalo Prabowo kepilih, terus mereka ada di Pemerintahan? Bayangin kalo Nurdin Halid kembali memimpin PSSI? Bisa aja kan?

Lalu Si joni hanya read dan tidak membalas. 

Mungkin Ia merenung membaca chat dari gue, atau banyak mencari tahu tentang Prabowo dan orang-orang yang ada di tim sukses Prabowo. Entahlah. Sampai pilpres menjelang kamipun tidak pernah chating lagi. Pada akhirnya sehari sebelum pilpres Si Joni chat gue "salam 2 jari" Itu yang dia chat, gue cuma bales dengan emot senyum. Lalu malem hari setelah pilpres berlangsung Si Joni buat status : "Jokowi = Jelek difisik, mulia dihati. Barakallah #salam2jari" 
Gue masih inget sama statusnya, iyalah inget soalnya ampe gue nulis ini statusnya masih ada. Haha.

Seenggaknya yang bisa dipetik dari kisah Si Joni ini adalah gue mampu memberikan informasi yang real kepada Si Joni dan karena itu aku sedikit bangga dengan diriku ini. Padahal diri ini hanyalah sebutir pasir di sebuah padang pasir yang luas. Halah. 
Awalnya gue menghargai pilihan Si Joni untuk mendukung Prabowo, tapi ternyata yang gue takutin memang terjadi dengan orang-orang yang memutuskan memilih Prabowo daripada memilih Jokowi. Banyak orang yang memilih Prabowo karena Ia pantes jadi presiden hanya dilihat dari fisik, penampilan, gaya berbicara, tegas, wibawa, ganteng, gagah, hal-hal ini memang tidak ada di Jokowi yang wajahnya ndeso, kurus, yang intinya tidak pantes jadi presiden kalo dilihat dari fisik. Pertanyaan gue adalah lo mau milih seorang presiden apa mau milih seorang kontestan dalam sebuah ajang pencarian bakat? Fisik kok diutamain. Grrr. 

Ini kisah nyata yang gue alamin tentang pilpres kemaren, gak gue dramatisir. Gue juga berharap Si Joni gak baca blog ini. Haha.

Hal kedua mengapa akhirnya gue mempublikasikan siapa yang bakal gue pilih adalah sudah sedikit dijelasin di hal yang pertama diatas. Bentar, kok gue jadi keliatan sok ngartis gini ya, sok mempublikasikan pilihan gue. Gini-gini soalnya banyak orang yang nanya, siapa yang bakal gue pilih, dulu gue cuma jawab "gue mah netral cuy". Jadi bukannya sok ngartis ye. Hal kedua adalah kenapa gue mempublikasikan pilihan gue yang gak milih Prabowo dalam pilpres adalah ya itu tadi, banyaknya orang-orang yang tersandung masalah dan gue gak mau ketika Prabowo menang lalu mereka yang banyak terkena kasus tersebut ada di pemerintahan. Kubu Jokowi pun ada yang menurut gue tersandung masalah, tapi gak sebanyak yang ada di kubu Prabowo. Pilpres kali ini gue anggep bukan mencari yang terbaik tapi mencari yang mendingan untuk memimpin negara ini.

Hal ketiga yaitu bisa dilihat dari twit gue ini.

Red: Gue bukan orang tegal ya

Prabowo memang menjadikan Soekarno sebagai kiblat fashionnya, tapi kiblat pemikirannya mengarah ke Soeharto dan orba. Foto itu juga diupload di path gue dengan caption : "Gue gak milih capres yang mau bawa Indonesia balik ke zaman orba". Temen-temen gue yang pro prabowo tidak ada satupun yang komentar, padahal gue menunggu  ada yang komentar tentang prabowo dan orba, kalo ada yang komentar gue siap nraktir mereka untuk ngopi-ngopi setelah buka puasa untuk sekedar diskusi santai tentang orba yang gue tahu. Sayangnya gak ada yang komentar satupun. Haha.

Twit tersebut juga membuktikan gue gak golput dan 3 hal diatas sudah bisa sedikit menjelaskan kenapa gue gak milih Prabowo.

Tiga hari berlalu setelah pilpres kita dibingungkan dengan hasil quick count. Menurut hasil quick count dari berbagai lembaga survei yang banyak dianggap kredibel pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK sebagai pemenang. Yah, tapi tetep deh kita tunggu aja 22 Juli nanti ya, hasil resmi dari KPU.

Kalo emang bener Jokowi-JK yang menjadi pemenang dalam pilpres 2014 ini dan menjadi Presiden dan Wakil Presiden kita selanjutnya berarti kita gak perlu takut untuk mengkritik mereka apabila suatu saat nanti setelah menjabat Presiden dan Wakil Presiden mereka melakukan suatu kesalahan, mungkin mereka bisa menerima kritik dan kita sebagai rakyat gak perlu takut DICULIK kalo mau mengkritik. Upps.

Diberdayakan oleh Blogger.