Archive for September 2013

Mengasah Pisau

Sabtu, 21 September 2013 · Posted in

Andai Jarak antara Bandung (tempat saya tinggal) ke Manchester sama seperti jarak antara Bandung ke Jakarta saya akan pergi ke Manchester untuk bilang satu hal kepada Pelatih Manchester United saat ini, yaitu David Moyes. Stop! Membeli pemain baru lagi. Saya sebagai seorang fans Manchester United agak geli dengan gagalnya upaya Moyes dan managemen klub untuk mendatangkan pemain. Pencarian sektor gelandang menjadi skala prioritas Moyes dan managemen klub yang dianggap menjadi kekurangan Manchester United dalam mengarungi musim 2013/2014. Geli bukan karena gagal dalam mendapatkan buruan pemain, tapi untuk apa membeli gelandang baru?

Cesc Fabregas, Marouane Fellaini, Ander Herrera, Mesut Ozil, Ilkay Gundogan, Sami Khedira, Gareth Bale, hingga mantan bintangnya sendiri, yaitu Cristiano Ronaldo adalah nama-nama yang santer dikabarkan diminati oleh Manchester United. Sampai transfer ditutup pada awal Bulan September kemarin hanya Fellaini yang berhasil dipinang Manchester United. 
Keinginan MU untuk memperkuat sektor lini tengah mereka tidak lain adalah dikarenakan mencari pengganti Sang Jenderal lapangan tengah Paul Scholes yang resmi pensiun di akhir musim untuk kedua kalinya. Sosok Fabregas dianggap tepat untuk menjadi jawaban sebagai pengganti seorang Scholes, tetapi Barcelona menolak bintangnya tersebut untuk dijual ke MU walaupun MU sudah melayangkan beberapa kali minat mereka terhadap mantan Kapten Arsenal tersebut.

Manchester United sendiri banyak memiliki stok gelandang yang berkualitas untuk menutup posisi yang ditinggal Scholes, seperti Shinji Kagawa, Anderson, Nick Powell, Darren Fletcher dan para pemain akademi Manchester United yang memiliki skill bagus, yaitu Tom Cleverley, Adnan Januzaj dan Jesse Lingard.
Mayoritas stok gelandang MU adalah gelandang serang, tidak seperti Scholes yang mampu menyeimbangkan serangan dan pertahanan sama baiknya. Tipe permainan Scholes agak mirip dengan permainan Anderson, Cleverley, dan Nick Powell. Seharusnya MU bisa memaksimalkan ketiga pemain ini.

Kagawa dan Lingard yang cenderung sebagai gelandang yang beroperasi menyerang mungkin bisa 'dididik' untuk mampu menjaga posisinya untuk bisa mundur ketika sedang diserang oleh lawan atau dengan kata lain merubah posisi ideal mereka. Perlu kita ingat, ketika MU masih dilatih Sir Alex Ferguson, Alan Smith yang sejatinya adalah seorang striker bisa 'dididik' menjadi seorang gelandang jangkar.

Seharusnya ini bisa dilakukan oleh Moyes perihal Kagawa yang belum terlihat tajinya bersama Manchester United. Mungkin saja Kagawa tidak keberatan andai berperan seperti Scholes daripada harus menjadi pemain cadangan MU. Sama halnya dengan Jesse Lingard, walaupun Ia masih muda dan belum banyak jam terbang untuk bermain di level tim senior MU, mungkin Ia bisa menjadi alternatif untuk gelandang yang dicari oleh Moyes. 

Gareth Bale sudah resmi menjadi pembelian termahal Real Madrid, Cristiano Ronaldo baru saja menandatangani kontrak baru dengan Los Galacticos dan Ia mengatakan bahwa Manchester United adalah masa lalu. Pupus sudah harapan Moyes untuk mendatangkan kedua pemain yang bermain di posisi sayap ini. Solusinya adalah memaksimalkan 2 pemain muda MU yaitu Wilfried Zaha dan Adnan Januzaj. Zaha memang berposisi sebagai pemain sayap kanan sejak bermain di timnya terdahulu yaitu Crystal Palace, sedangkan Januzaj sejatinya adalah seorang gelandang tengah, tetapi Ia cakap bermain sebagai gelandang kiri.

Sebagai seorang Fans Manchester United saya lebih senang ketika era The Class of 92′ diagung-agungkan daripada harus mengagungkan pemain yang dibeli dari klub lain.

1379768874649354412


"Jika didalam rumah ada sebuah pisau yang tumpul, lebih baik diasah hingga menjadi pisau yang tajam daripada harus membeli pisau yang baru"




FYI: Bukan berarti tidak mendukung David Moyes, hanya sekedar saran dari seorang fans berat yang ingin klub pujaannya lebih mengutamakan pemain muda dari akademi dan pemain muda lainnya yang sudah ada. 

Diberdayakan oleh Blogger.