Copenhagen dan Sepeda

Kamis, 21 Juni 2012 · Posted in ,

Yaaap, gue mungkin terlalu jauh banget untuk membandingkan kota-kota besar di Indonesia dengan Copenhagen. Kota besar di Indonesia dewasa ini udah identik banget dengan kemacetan. Masyarakat Indonesia yang tinggal di kota besar seakan-akan seperti berlomba-lomba untuk membeli mobil, berbeda dengan di Copenhagen yang seperti gue baca identik dengan menjamurnya masyarakat di Copenhagen untuk bersepeda dalam aktifitasnya.
Ya berbalik banget dengan di Indonesia, di Copenhagen malah seperti berlomba-lomba untuk memakai sepeda. Berbagai aturan/kebijakan Pemerintah disana banyak yang seakan-akan menumbuhkan gaya hidup bersepeda, seperti : Pajak kendaraan bermotor yang tinggi, adanya fasilitas yang sangat-sangat memadai, hampir ditiap jalan di Copenhagen ada jalur sepedanya, dan ada rasa menghormati dari pengendara mobil untuk mendahulukan atau menghormati pengendara sepeda ketika dijalan. Jadi, pengguna sepeda gak takut sama pengendara mobil.

Ditambah lagi menariknya adalah masyarakat Copenhagen yang ketika bersepeda masih bisa bergaya. Fashionnya asik dan keren banget menurut gue. Di Copenhagen sepeda dan fashion bisa dibilang kayak gula sama semut, kayak sendok sama garpu, kayak aku sama kamu(Ciaah)






Ngeliatnya asik banget ya. Nah, banyak juga cewek-cewek yang ketika sedang bersepeda terlihat keren banget. Seperti gambar dibawah ini :





(Mantap dan Bening-bening)

Seandainya di Indonesia begini yaaaaa. 

Btw, buat para anak muda yang masih sadar akan Fashion jangan takut kelihatan berlebihan berfashion ria ketika bersepeda. Contoh anak muda Copenhagen yang masih kelihatan keren berfashion ria dengan sepeda.
Ya emang sih di Copenhagen hanya kota kecil, penduduknya pun sedikit dan gak panas kayak di Indonesia. Tapi kan yaah namanya aja berandai-andai. Kalo pemerintah di Indonesia bisa mencanangkan sistem seperti di Copenhagen mungkin Indonesia akan keren juga, dengan dikuranginya penggunaan motor dan mobil dan membudayakan gaya hidup bersepeda. Kalo pemerintah bisa mencanangkan gaya hidup bersepeda, haruslah adanya penghijauan dimana-mana, agar yang bersepeda bisa adem dan minimal gak kepanasan. Bayangin aja, di setiap jalan ada pohon yang banyak dan gak banyak asap kendaraan, bisa adem lah dikit-dikit(adem banyak juga bisa kalee)

Zaman sekarang intinya itu adalah kenyamanan. Gue cuma berharap kota-kota besar yang identik dengan kemacetan bisa berubah dengan adanya kesadaran Pemerintah dan kesadaran kita sebagai masyarakat untuk bisa lebih baik, dan bisa menciptakan kenyamanan bersama.

Sumber gambar : Google (Yaiyalah, gue belum pernah kesana. Sekalian deh buat yang nyasar ke blog ini. Doain gue bisa kesana suatu saat nanti. Biar, sumber gambarnya keganti jadi : Sumber gambar = *dokumentasi pribadi* Tsaaah. Amien )










2 Responses to “Copenhagen dan Sepeda”

  1. di Indonesia susah gan,,.. tapi berdoa saja bisa. heeee

    BalasHapus
  2. butuh proses yang sangat panjang gan, kita harus merubah paradigma masyarakatnya terlebih dahulu.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.