Kisah Seorang Kakek Yang Tragis

Senin, 02 Januari 2012 · Posted in



Sebelum gue cerita tentang kisah seorang kakek yang tragis, gue bakal ngasih tahapan usia hidup manusia dalam 20 tahun. 

20 tahun yang pertama adalah dimana seorang manusia tugas utama nya adalah untuk BELAJAR, kita ambil bahwa dalam usia 20 tahun pertama dalam hidup adalah untuk belajar. 20 tahun tahap kedua yaitu sekitar usia 30 sampai 40 tahun tugas utama didalam usia tersebut adalah untuk BEKERJA. Lalu buat tahap usia 20 yang ketiga adalah sekitar umur 50 sampai 60 tahun keatas, tugas utama manusia dalam usia tersebut adalah untuk memikirkan KESEHATAN.

Nah ada kisah kakek yang bernama Pablo Toing Van Tulan (Nama imajinasi gue buat kakek ini) Kakek ini sekarang berusia 89 tahun, tetapi ia merasa umur nya masih 7 tahun bahkan ia merasa ia tidak pernah hidup.
Kenapa oh kenapa?!

Bukan karena ia merasa masih muda, atau ia masih merasa unyu2 seperti ABG, atau bukan karena ia merasa masih kuat joget shuffle. Tapi karena ia menyesal telah menghabiskan tahapan usia 20 tahun dengan sia-sia. Tahapan pertama ia menghabiskan waktu nya untuk tidak belajar dengan baik, tahapan kedua ia tidak bekerja dengan sungguh-sungguh, tahapan yang ketiga ia tidak memikirkan kesehatan nya. Sehingga di usia tua nya ia hidup dengan dikejar-kejar oleh rasa penyesalan di masa lalu.

Di masa tua nya sekarang hanya diisi dengan rasa penyesalan dan kehidupan di masa tua nya yang menyedihkan. 


Amit amit dah jangan sampe kayagitu.
*langsung zikir*






One Response to “Kisah Seorang Kakek Yang Tragis”

Diberdayakan oleh Blogger.