Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Selasa, 22 November 2011 · Posted in

Kontes Blogging Kartunet 2011


Di perumahan tempat gue tinggal yaitu di Perumahan Kemiling Beringin Raya Bandar Lampung, tiap malemnya pasti ada aja para disabilitas tepat nya penyandang tuna netra. Mereka setiap malem berkeliling komplek untuk mencari apakah ada orang yang membutuhkan jasa mereka, di tempat gue ini para tuna netra nya bekerja sebagai tukang pijat. Betapa mirisnya mereka mencari nafkah dengan cara seperti itu. Okelah memang pekerjaan itu bisa dikategorikan sebuah pekerjaan yang halal, tapi menurut gue dan pastinya menurut orang-orang lain nya ini adalah sebuah pekerjaan yang dikategorikan "tidak layak".

Bayangin guys mereka keliling komplek dengan jalan kaki dengan megang tongkat besi buat ngebantu mereka berjalan dan ngebunyiin tongkat dengan cara di ketokin ke aspal biar bunyi supaya para warga tau itu mereka. Yang gue tau tarif mereka sekali mijat orang itu sekitar Rp. 25ribu - Rp. 30.000 . Kalau gw pikir gimana misalnya kalau mereka ini gak dapet warga yang lagi butuh jasa mereka?
Dan faktanya lagi di komplek tempat gue tinggal itu banyak banget disabilitas  yang berprofesi seperti ini. 

Belum tentu dapet yang mau di pijat dan ditambah lagi ada nya saingan atau banyaknya yang seperti mereka mencari nafkah seperti ini. Sebagai masyarakat gue sangat sedih dengan keadaan mereka ini, dalam Undang-undang kan tercantum bahwa kaum disabilitas seharusnya dijaga dan dilindungi oleh pemerintah. Dan nyatanya mana? Disabilitas harus melakukan sebuah profesi yang sangat kurang layak menurut gue, coba deh kita pikir, malem-malem, jalan kaki muter2 komplek, capeknya itu gimana. Disabilitas(tuna netra) tempat gue semuanya berprofesi seperti ini dan mereka harus "bersaing" untuk mendapatkan pelanggan.





(Foto-foto diatas diambil sama temen gue yang tinggal juga di perumahan tersebut, mereka ini lagi duduk buat istirahat dan biasanya duduk nya di pinggir jalan raya supaya mereka bisa diliat sama warga, ya bisa dibilang seperti "mangkal" gitu. Dan pastinya juga mereka lagi kecapekan.)



Mengapa tidak ada yang melirik mereka untuk bekerja yang lebih layak contohnya bekerja di bidang industri, atau kantoran dan bekerja di perusahaan swasta. Ya menurut gue minimal mereka punya penghasilan tetap dan digaji tiap bulan nya, 'pandangan masyarakat' bahwa mereka tidak mempunyai sebuah kemampuan untuk bekerja di sebuah bidang tertentu. Kita harus akui bahwa pengelola industri atau kantor menganggap manusia yang tidak disabilitas lebih mempunyai skill daripada para penyandang disabilitas, padahal sudah banyak fakta di negara kita ini penyandang disabilitas tunanetra mampu berprestasi.

Seperti contoh dalam video di bawah ini, yang gue ambil dari youtube.com

video

Gue terharu banget dengan kata-kata dari perempuan tunanetra di video ini nama nya Mia, dia bilang gini : "walaupun aku punya kekurangan, tapi aku gak mau kalah dengan orang normal biasa" . Sumpah gue merinding dengernya.

Nah ada juga faktor psikologis yang dialami oleh disabilitas untuk menjadi manusia berprestasi, pastinya mereka menganggap keterbatasan fisik mereka menjadi sebuah hambatan untuk berprestasi dan ada rasa minder dalam benak mereka. Seharusnya para tunanetra lainnya memiliki cara pemikiran seperti perempuan dalam video tersebut. Keterbatasan itu bukan hambatan sob, ayo berbuat sesuatu unutuk diri kalian, tunjukin kepada dunia kalian bisa menjadi manusia yang hebat.

Kita sebagai manusia yang harus hidup sosial dengan manusia lain nya seharusnya memberikan sebuah semangat dan merubah perspektif tunanetra agar mereka tidak minder untuk melakukan perubahan dalam hidup mereka. Disabilitas kebanyakan pasrah dengan apa yang diberikan oleh Tuhan, padahal pasti ada makna dibalik kenapa Tuhan memberikan sebuah kekurangan. Inget kan kata-kata mutiara yang bilang gini "Dibalik kekurangan pasti ada kelebihan". Dan kita semua sebagai masyarakat tidak boleh memandang sebelah mata  penyandang disabilitas, kita semua sama di mata Tuhan. Jangan membeda-bedakan karena mereka punya kekurangan.

Gue ambil contoh gini, di rumah gue para tunanetra kan berjalan kaki seperti yang gue ceritain di atas, pikir aja gini : kenapa ya mereka kan gak bisa liat tapi mereka gak pernah nabrak? karena para tunanetra  punya insting, nurani dan hati yang kuat! Coba deh dibandingin dengan para pemerintah dan anggota DPR yang hidup hedonis di atas penderitaan rakyat, atau para koruptor. Mereka punya kesempurnaan panca indera tapi gak punya insting, nurani dan hati ngeliat rakyat yang masih banyak kelaparan dan hidup susah. Percuma punya kelebihan fisik tapi gak punya hati, mereka bisa dibilang juga disabilitas, yaitu disabilitas nurani. Lebih baik disabilitas fisik menurut gue daripada gak punya hati nurani.


Nah http://kartunet.com/ mempunyai semangat yang sama dengan perempuan di video tadi. Website Karya Tunanetra merupakan sebuah sarana atau wadah para penyandang disabilitas untuk berkarya seperti menulis dan karya-karya lain nya ataupun mengangkat isu-isu tentang disabilitas. So, di http://kartunet.com/ masyarakat bisa mengetahui para disabilitas dapat berkarya dan mempunyai kreatifitas. Keterbatasan bukan hambatan bro! 


Kontes Blogging Kartunet 2011



49 Responses to “Disabilitas dan Pandangan Masyarakat”

  1. bener juaga harus diberikan sebuah semangat buat mereka.. good job!

    BalasHapus
  2. miris memang ..
    ini negara merdeka?

    shrusnya ad panti khusus yg mnampung mreka.
    klo bsa d bkinin sklian tmpat pijit yg mreka tkang pjitnya.

    BalasHapus
  3. setuju gw . orang" sepeti perlu perhatiaan semua pihak . terutama anggota DPR. anggota DPR skrang tidak memikirkan rakyatnya, merka hanya memikirkan kepentingan suatu kelompok yg mnguntungkan kelompok itu sendiri. bukan mnguntungkan rakyat.

    BalasHapus
  4. @aldy mreka msh bsa di kerja di tempat yg lbh layak, bkn dengan jadi tukang pijat.. kekurangan bkn sbuah hambatan. mreka jg pnya kemampuan lain.

    BalasHapus
  5. @anonim good. susah buat ngebahasa DPR mah.. muak tembok smua gan. pusing!

    BalasHapus
  6. keren ceritanya..
    saluut bgt buat para tuna netra walaupun mereka kurang sempurna tapi punya semangat yang tinggi buat kerja.
    semoga orang yang baca cerita ini bisa tergugah hatinya untuk slalu bersukur dan gak memandang sebelah mata untuk orang tuna netra yang sangat luar biasa..
    good job buat kiki,tulisannya bagus..
    :)

    BalasHapus
  7. @messa btul messa, mreka btuh suport dan wadah untuk mreka berkarya dan berkreatifitas, mreka btuh bantuan dari masyarakt. mreka pnya sbuah sinar utk mmbuat mreka mnjadi manusia yg berkarya.

    BalasHapus
  8. ternyata banyak orang yang semangat hidup ya,pdahal mereka kurang sempurna...TOP
    buat ade keren tulisannya...

    BalasHapus
  9. gue suka cerita lu
    ya memang kaum seprti mereka harus di jaga dan dilindungi oleh negara seperti apa yang anda cantumkan, tetapi memang pada kenyataannya mereka terlantarkan. tetapi mungkin dari ktololan para pemerintah kita, menganggap dalam undang-undang saja hanya tertulis menjaga dan melindungi bukan untuk memelihara tidak untuk menjamin nafkah mereka, sehingga mereka dengan sengaja menelantarkan mereka. ketika berbicara para anggota DPR yang kinerjanya tidak memuaskan rakyat, memang sudah tidah menjadi rahasia umum lagi bagaimana kinerja mereka, tidak ada orang yang idealis di dalam nya hampir rata-rata bisa dimanipulasi dengan uang sehingga hanya membuat negara ini menjadi hancur dengan sengaja........

    BalasHapus
  10. iyaa setuju bgt gw, orang kayak mereka perlu banget perhatian dari masyarakat, jgn pernh mndang seseorg dgn sbelah mata, justru org seperto mereka lbih bnyak kelebihannya.
    saluut gw ...

    BalasHapus
  11. setuju om sm postingan nya, sekedar info buat siapa saja bisa membantu para tuna netra di Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI.
    kalo om berkenan bisa kunjungin: http://pertuni.idp-europe.org/

    Keep Posting :)

    BalasHapus
  12. @rio kurniawan good bray, mreka butuh uluran tangan dan suport dari kita masyarakat, kita semua pesimis dngn kinerja pemerintah. mreka smua pnya sbuah bakat kalau mreka bisa disuport dan ada sarananya.
    @anonim betul itu, kita smua saudara dan hrus saling tlong mnlong.
    @rommy maksi mi buat referensi nya, kita smua hrus membntu mreka, bkn dngn mnghrpkan pmrintah.

    BalasHapus
  13. ... explore terus brah, seprti nya banyak yang sependapat. kalau mereka juga butuh perhatian dari masyarakat luas.

    BalasHapus
  14. iya bner mreka perlu perhatian.

    BalasHapus
  15. inspiratif bner vidionya

    BalasHapus
  16. iya semoga dari video tsb bs mnjdi inspirasi buat para disabilitas lainnya.

    BalasHapus
  17. gw orang baru di perum, gw pernah ngliat diorang kasian banget diorang itu

    BalasHapus
  18. bukanya di tempat yg lo maksud itu klau gk salah ada yayasan atau tmpt kumpul" para tunanetra, bner gk?

    BalasHapus
  19. @rian bner bos,kita semua iba melihat mereka.

    @anonim iya memang ada, tpi knp hrus jalan kaki tiap mlem. mreka hrus pnya kmmpuan lain, gue iba ngliat mreka hrus pnya profesi seperti itu. shrusnya ada sarana dan wadah buat mreka berbuat karya.

    BalasHapus
  20. ada ya, soalnya gw pernah liat sih.

    BalasHapus
  21. klw ada itu yayasan buat apa jdinya? kok di biari mreka jlan kaki tiap malem.

    BalasHapus
  22. Rangga Insaniedo23 November 2011 20.58

    Memangnya tidak ada dinas sosial setempat yang terkait untuk masalah ini? Harusnya orang-orang semacam ini ditampung, dibekali keterampilan, sehingga dengan skill sama, mereka dapat tempat di hati non-disabilitas.

    BalasHapus
  23. @verry nah itu dia sob yg jadi permasalahnnya. msh blm adanya kesadaran bhawa mreka kaum disabilitas hrus pnya pkerjaan yg layak, yg seperti gue bilang di posting gue.

    @rangga itu dia masalahnya bung, blm adanya kesadaran dan rasa iba yg mendalam dri dinas sosial, kayak gak tau aja pihak yg berwenang di negara kita ni gmn.

    BalasHapus
  24. iya seharusnya mreka itu diberikan sarana, saya setuju dan saya suka dengan tulisan ini dan kartunet.com. semoga mreka semua bs seperti yg di videonya. amin.

    BalasHapus
  25. iya si de bner..
    tpi kan rta2 de..
    jdi tkang pjit jga bsa brpenghsilan baik kok klo ad wdahnya..
    ya cntohnya sprti pnti pijet it tdi.. :)

    BalasHapus
  26. @aldy iya di memang jadi tukang pijat sbnarnya bagus juga, dan halal, tapi shrusnya mreka bs lbh baik pkerjaan nya di, mksd gue itu, bsa pnya karya dan bs mngluarkan kreatifitasnya. klo gk ya bs krja kantoran, slma ini prusahaan/kantor nrima pegawai yg gak disabilitas, artinya ada pengecualian/pilih2 pdhal kekurangan mreka blm tntu mnjdi sbuah hambatan.

    BalasHapus
  27. setuju sma argumen lo,dan gak sewajar nya jg pemerintah menelantarkan 'mreka'... kata2 motivasi yg harus selalu diinget biar kita gak kehilangan rasa percaya diri kita---->"Dibalik kekurangan pasti ada kelebihan". fighting ! :)

    BalasHapus
  28. @nanda oke nanda susah buat mengkritisi pemerintah, taulah mereka itu gmana. kacau banget kelakuan mereka semua itu.

    BalasHapus
  29. hahaha bener banget ! mereka sll saja ingin dianggap benar walaupun kenyataannya berbanding kebalik. smga lah ya msh ada mereka yg emg 'bener'. :D

    BalasHapus
  30. @nanda amien . semoga suatu saat nanti ada sosok yg membawa perubahan buat negara ini.

    BalasHapus
  31. ya seperti itulah orang -orang negara kita ini, selalu mengaanggap remeh suatu hal yang sebenernya patut dibanggakan.
    kita liat aj dr cerita lw diatas,hampir tidak ada orang yg perduli dan memperhatikan mereka ..
    hmm , semoga saja mahluk sosial di dunia ini memiliki empati agar terjalin hubungan sosial yang harmonis antara satu dengan yang lain .
    :)

    BalasHapus
  32. @asep iya sep, susahnya buat menyadarkan pihak yg berwenang buat membantu mereka. amien sep buat koment lu. kita manusia harus saling membantu dan gk menganggap remeh mreka.

    BalasHapus
  33. haha bner jga de..

    wlaupun prusahaan ga plih2 kryawan scra fisik, tpi mreka jga pnya standard kan.
    trus gmn dgn mreka yg ga pnya uang bwt sklah d skolah luar biasa de? SLB msalnya?
    psti ga bsa krja d kntoran dong klo ijazah aj ga pnya?

    BalasHapus
  34. setuju dengan artikel yg di atas, menurut saya sudah sepatutnya disabilitas itu jangan dianggap sebelah mata seperti paradigma masyarat skarang. artikel yg bagus :))

    BalasHapus
  35. @aldy iya di itu jg yg jd mslhnya, mnurut gue itu seseorang kerja di tempat bukan ngliat dari ijazahnya, tpi dari ktrampilan nya, mknya mreka hrus ada tmpat buat mreka berkarya dan berlatih

    @rizki aguswanto iya ki, bagus kalau lu dukung, tetap berikan semangat buat para disabilitas, mreka btuh dukungan dri masyarakat.

    BalasHapus
  36. @rizky andwika dan sudah seharusnya masyarakat membantu para disabilitas agar mereka mempunyai kehidupan yg lebih baik.

    BalasHapus
  37. memang benar para tuna netra itu perlu dukungan dari kita para masyarakat..
    kita tidak boleh menganggap remeh dan tidak boleh apatis dengan mereka..
    pemerintah seakan tidak peduli dan hanya sebatas wacana saja tanpa adanya sebuah perbuatan yg positif utk mreka

    BalasHapus
  38. @rizkiaguswanto betul itu ki, sadari mreka btuh bantuan masyarakt.

    @mutiara betul, emang gue tulis biar msyarakat sadar dan kita semua bisa mengkritisi pemerintah.

    BalasHapus
  39. Pemeintah memang sangat kurang peduli pada kaum Minoritas... hanya kaum mayoritas yang mereka pedulikan.. pengusaha, pedagang pejabat dan lain2.. padahal kaum minoritas juga ikut andil dalam pembangunan negri ini.... Kemana pemerintah ketika ada orang2 seperti mereka??? pejabat hanya duduk manis di kursi empuk, mobil mewah, dan fasilitas bagus lainnya... saya miris sekali setelah membaca tulisan ini... harusnya tulisan ini di ekspose oleh seluruh media informasi di indonesia. karena pemerintah hanya takut pada Media.... saya sebagai orang yang mempunyai penyakit mata... saya prihatin... semoga ada pihak terkait yang melihat ini.....

    Tulisan yang bagus.....

    BalasHapus
  40. @anonim stuju bangt gue dngn lu, seperti itulah kerjanya pemerintah. yg membantu mreka ya kita masyarakat yg iba dngn mreka dan tmen2 kita di kartunet.com , kita smua pasrah dngn kinerja pemerintah. bagus tambhan dari anda bung.

    BalasHapus
  41. menurut gw, disabilitas sudah benar, daripada mereka dirumah tanpa melakukan apapun, usaha mereka untuk memenuhi kebutuhan dngan mnjdi tukang pijat. sebenrany banyak faktor yang bisa bilang pekerjaan itu layak/tidak layak. ada perhitungannya secara ekonomis. misalnya dengan analisis jangka pendek. disamping itu dilihat lagi itu sebagai pekerjaan pokok atau sampingan. itu dilihat dari segi konomi. tapi kalo diliat dari segi sosial, memang itu bisa dibilang tidak efisien bukan tidak layak. waktu yg dibutuhkan mereka untuk berjalan keliling kompleks dari rumah-keliling-kembali lagi kerumah dengan brjalan kaki butuh waktu yg tidak sedikit. mereka bisa membuka panti pijat namun terbentrok lagi dengan biaya yg harus diperlukan sebagai modal. merka bukan malu dengan keadaan mereka, tapi mereka tidak punya cara untuk mengekspresikan kreasi mereka. sebenarnya pemerintah peduli dengan mereka dengan membentuk panti sosial untuk para disabilitas tadi. yang disayangkan kurangnya sosialisasi terhadap hal tersebut. kurangnya penyuluhan dan pelatihan terhadap disabilitas. oleh krena itu, dimulai dari yg kecil, tegur sapa untuk kaum disabilitas perlu dilakukan , untuk membuktikan bahwa mereka tidak sendirian.

    BalasHapus
  42. kita harus peka sama yg ginian de,lanjutin de

    BalasHapus
  43. @anonim betul bung, tetap aja adanya kelalaian dari pihak pemerintah selaku pihak yg berwenang di negara ini

    @boy mantab boy

    BalasHapus
  44. Terima kasih informasinya, blognya ringan gan.. ayo galakan kepedulian masyarakat terhadap para penyandang cacat di Indonesia.

    Pernahkah anda merasa betapa kasihannya para penyandang cacat di Indonesia?.

    Bagaimana tanggapan keras anda mewujudkan Indonesia akan hak para orang cacat (Disabilitas dan Pandangan Masyarakat) untuk sekarang ini?

    BalasHapus
  45. @muslih21 saya pribadi merasa iba dngn mereka smua, ya makanya saya ikut lomba ini, bukan krn ingin menang lombanya, tapi saya share ke orang2 agar orng2 bs membacanya, dan mreka bs terketuk hatinya ktika membaca tulisan ini. ya Alhamdulilah ada yg tanggapannya positif dan ada jg yg cuek. Tapi kebanyakan orang2 iba dngn disabilitas. dan ktika udah membaca tulisan ini mreka bs sadar, disabilitas prlu dberi semngat dan tdk prlu dibeda2kan lg.
    tanggapan saya, tinggal bgaimana ada sebuah wadah yg banyk di indonesia agar mreka ter'ekspose' . dan adanya kesadaran dari pemerintah.

    BalasHapus
  46. kita ga bisa menunggu perubahan, tapi kita sendiri yang harus melakukan perubahan. para disabilitas sudah cukup mulia dan berusaha hidup menjadi tukang pijat atas kekurangan mereka itu. ga harus dari lembaga untuk ngasih pelatihan2 kepada mereka untuk berkarya dan berkreasi. kalaupun usaha kita belum maksimal, kita bisa membahagiakan mereka dengan perhatian khusus. karena kita semua masih peduli satu sama lain..

    BalasHapus
  47. @anonim : "kita ga bisa menunggu perubahan, tapi kita sendiri yang harus melakukan perubahan" buat kata2 yg ini gue stuju bgt. ya minimal shrusnya menurut gue seprti yg gue tulis itu, mnimal mreka pnya pnghasilan yg tetap dan bs lbh layak istilahnya gitu.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.